
Purwokerto selalu punya cara untuk membuat siapa saja jatuh cinta dengan jajanan kaki limanya. Dari pagi hingga malam, banyak pilihan kuliner murah meriah yang bisa ditemui di sudut-sudut kota. Salah satu jajanan yang berhasil mencuri perhatian adalah martabak mini, seperti yang terlihat pada sebuah gerobak sederhana berwarna cerah dengan berbagai pilihan rasa yang menarik. Meski sederhana, martabak mini ini mampu menjadi camilan favorit banyak orang—mulai dari pelajar hingga masyarakat umum.
Gerobak martabak mini tersebut berada di dekat lingkungan sekolah dasar, membuatnya ramai setiap jam pulang sekolah. Anak-anak berkerumun, menunggu adonan mungil itu matang di atas loyang kecil. Aroma manisnya yang khas langsung mengundang siapa saja untuk mampir. Tidak hanya mengandalkan rasa, variasi menu dan harga yang bersahabat juga menjadi alasan martabak mini ini begitu populer.
Salah satu daya tarik utamanya terletak pada varian rasa dan topping yang cukup lengkap, bahkan lebih kreatif dibanding penjual martabak mini pada umumnya.
📌 Varian Martabak Mini
1. Martabak Manis (Paling Favorit)
Coklat
Keju
Kacang Coklat
Keju Coklat
Ketan Susu
2. Varian Original
Harga mulai Rp 4.000
Tanpa topping berlebih — cocik untuk yang suka rasa ringan
3. Varian Pandan
Adonan berwarna hijau
Aroma pandan yang wangi
Harga Rp 5.000 – Rp 9.000
4. Varian Black Forest
Adonan berwarna gelap
Rasa lebih kaya dan unik
Harga mulai Rp 6.000
📌 Pilihan Topping
Beberapa topping yang tersedia dan paling sering dipilih pembeli di antaranya:
Meses coklat
Parutan keju
Susu kental manis
Kacang halus
Ketan putih
Kombinasi topping (coklat-keju, coklat-kacang, dll.)
Dengan pilihan rasa yang beragam, martabak mini ini tidak hanya cocok untuk dijadikan camilan sore tetapi juga pas sebagai teman minum teh atau ngemil sambil nonton. Harga yang sangat ramah di kantong membuatnya mudah dijangkau oleh semua kalangan, terutama anak sekolah yang menjadi pelanggan setia.
Selain menawarkan rasa yang enak, tekstur martabaknya juga menjadi nilai plus. Bagian luarnya sedikit garing, sementara bagian dalamnya lembut dan tidak mudah bantat. Topping yang diberikan pun tidak pelit, sehingga pembeli merasa puas meski membayar dengan harga yang relatif murah.
Keberadaan jajanan seperti ini memberi warna tersendiri bagi kehidupan kuliner di Purwokerto. Tidak sedikit warga yang menjadikan martabak mini sebagai jajanan nostalgia karena rasa dan tampilannya yang sederhana, namun selalu berhasil membawa suasana hangat. Bahkan, beberapa food vlogger lokal juga sering menampilkan gerobak martabak mini ini dalam konten mereka, membuatnya semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Pada akhirnya, martabak mini ini bukan sekadar camilan pinggir jalan. Ia adalah simbol kreativitas dan kegigihan pelaku UMKM lokal dalam menghadirkan kuliner yang lezat, terjangkau, dan tetap menarik. Dengan berbagai pilihan rasa, topping lengkap, serta harga yang merakyat, martabak mini ini layak menjadi salah satu jajanan wajib coba saat berada di Purwokerto.
Jika kamu sedang berkunjung ke kota ini, sempatkanlah mampir dan cobalah jajanan viral lainnya. Rasanya sederhana tapi bikin nagih dan itu cukup untuk menjelaskan kenapa banyak jajanan di Purwokerto dicintai banyak orang.
